Senin, 23 Desember 2019

SISTEM DIGITAL


POKOK BAHASAN I
PENGENALAN GERBANG LOGIKA DASAR



1.      Gerbang AND
Grbang AND memerlukan 2 atau lebih Masukkan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 keluaran (Output) Logika jika semua masukkan (Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika salah satu dari masukkan (Input) bernilai Logika 0. Rangkaian AND dinyatakan sebagai Z=A*B atau Z=AB(tanpa simbol)
Simbol Gerbang AND

2.      Gerbang OR
Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih masukkan (input) untuk menghasilkan hanya 1 keluaran (output), gerbang OR akan menghasilkan keluaran (output) 1 jika salah satu dari masukkan (input) bernilai logika 1 dan jika ingin menghasilkan keluaran (output) logika 0. Maka semua masukan (input) harus bernilai logika 0. Rangkaian OR dinyatakan sebagai Z=A+B.
Simbol Gerbang OR


3.      Gerbang NOT (interver)
Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah masukkan (Input) untuk menghasilakan hanya 1 keluaran (Output). Gerbang NOT disebut juga interver (pembalik) karena menghasilkan keluaran (Output) yang berlawanan (kebalikan) dengan masukkan atau inputannya. Berarti jika kita ingin mendapatkan keluaran (Output) dengan nilai logika 0 maka input atau masukkan bernilai logika 1. Rangkaian NOT dinyatakan sebagai Z=Ā
Simbol Gerbang NOT

4.      Gerbang NAND (NOT AND)
Arti NAND adalah NOT AND atau bukan AND, gerbang NAND merupakan kombinasi dari gerbang AND dan gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari keluaran (Output) gerbang AND. Gerbang NAND akan menghasilkan keluaran logika 0 apabila semua masukkan (Input) pada logika 1 dan jika terdapat sebuah input yang bernilai logika 0 maka akan menghasilkan keluaran (Output) logika 1.
Simbol Gerbang NAND

5.      Gerbang NOR (NOT OR)
Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, gerbang NOR merupakan kombinasi dari gerbang OR dan gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari keluaran (Output) gerbang OR. Gerbang NOR akan menghasilkan  keluaran logika 0 jika salah satu dari masukkan (Input) bernilai logika 1 dan jika ingin mendapatkan keluaran logika 1, maka semua masukkan (Input) harus bernilai logika 0. 
Simbol Gerbang NOR

6.      Gerbang X-OR (Exclusive OR)
X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 masukkan (Input) dan 1 keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan-masukkannya (Input) mempunyai nilai logika yang berbeda. Jika nilai logika Inputanya sama, maka akan memberikan hasil keluaran logika 0. 
Simbol Gerbang X-OR


7.      Gerbang X-NOR (Exclusive NOR)
Seperti gerbang X-OR, gerbang X-NOR juga terdiri dari 2 masukkan (Input) dan 1 keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan dariExclusive NOR dan merupakan kombinasi dari gerbang X-OR dan gerbang NOT, gerbang X-NOR akan menghasilkan keluran (Output) logika 1 jika semua masukkan atau inputanya bernilai logika yang sama dan akan menghasilkan keluaran (Output) logika 0 jika semua masukkan atau inputnya bernilai logika yang berbeda. Hal ini merupakan kebalikan dari gerbang X-OR (Exclusive OR).
Simbol Gerbang X-NOR

POKOK BAHASAN II
PERSAMAAN BOOLEAN & PENYEDERHAANAAN RANGKAIAN LOGIKA (MENGGUNAKAN METODE (K-MAP)
  1. Aljabar Boolean
           Aljabar Boolean memuat variabel dan symbol operasi untuk gerbang logika. Simbol yang digunakan pada aljabar Boolean adalah: (.) untuk AND, (+) untuk OR, dan ( ) untuk NOT. Rangkaian logika merupakan gabungan beberapa gerbang, untuk mempermudah penyelesaian perhitungan secara aljabar dan pengisian table kebenaran digunakan sifat-sifat aljabar Boolean.
           Dalam aljabar Boolean digunakan 2 konstanta yaitu logika 0 dan logika 1. Etika logika tersebut diimplementasikan kedalam rangkaian logika maka logikan tersebut akan bertaraf sebuah tengangan. Kalua logika 0 bertaraf tengangan rendah (active low) sedangkan logika 1 bertaraf tengangan tinggi (active high). Pada teori-teori aljabar Boolean ini berdasarkan aturan – aturan dasar hubungan antara variabel – variable Boolean.
    Ø  Dalil-dalil Boolean (Boolean postulates)
    ü  P1:X=0 atau X=1
    ü  P2:0.0 = 0
    ü  P3: 1 + 1 = 1
    ü  P4: 0 + 0 = 0
    ü  P5: 1 . 1 = 1
    ü  P6: 1 . 0 = 0 . 1 = 0
    ü  P7: 1 + 0 = 0  + 1 = 1
    Ø  Theorem Aljabar Boolean
    ü  T1: Commutative Low
    o   A + B = B + A
    o   A . B = B . A
    ü  T2: Associative Law
    a.       (A + B) + C = A + (B + C)
    b.      (A . B) . C = A . (B . C)
    ü  T3: Distributive Law
    a.       A . (B + C) = A . B + A . C
    b.      A + (B . C) = (A + B) . (A + C)
    ü  T4: Identity Law
    a.       A + A = A
    b.      A . A = A
    ü  T5: Negation Law
    a.       (A’) = A
    b.      (A’) = A
    ü  T6: Redundant Law
    a.       A + A . B = A
    b.      A . (A + B) = A
    ü  T7: 0 + A = A
    1 . A = A
    1 + A = 1
    0 . A = 0
    ü  T8: A’ + A = 1
         A’ . A = 0
    ü  T9: A + A’ . B = A + BA . (A’ + B) = A. B
    ü  T10: De Morgan’s Theorem
    a.       (A + B)’ = A’ . B
    b.      (A . B)’ = A’ + B
  2. K-Map
Peta karnough (karnought Map, K-map) dapat digunakan untuk menyederhanakan persamaan logikaederhanakan persamaan logika yang menggunakan paling banyak enam variabel. Dalam laporan ini hanya akan dibahas penyederhanaan persamaan logika hingga empat variable. Penggunaan persamaan logika dengan lima atau enam variable disarankan menggunakan program computer.
Peta merupakan gambar suatu daerah. Peta kranough menggambarkan daerah logika yang telah di jabarkan pada table kebenaran. Penggambaran daerah pada peta kranough harus mencakup semua logika. Daerah pada peta karnough dapat tumpang tindih antara satu kombinasi variable dengan kombinasi variable yang lain.
Pada K-Map 2 variabel, variabel yang digunakan yaitu :
Misalnya variabel A & B.
Catatan :
-          Untuk setiap variabel yang memiliki aksen, maka di dalam tabel ditulis 0.
-          Untuk setiap variabel yang tidak memiliki aksen, maka di dalam tabel ditulis 1.     
    


POKOK BAHASAN III

MULTILEVEL NAND DAN NOR
1.    DASAR TEORI
Gerbang NAND dan NOR merupakan gerbang universal, artinya hanya dengan menggunakan
jenis gerbang NAND saja atau NOR saja dapat menggantikan fungsi dari 3 gerbang dasar yang
lain (AND, OR, NOT). Multilevel, artinya : dengan mengimplementasikan gerbang NAND atau
NOR, akan ada banyak level/tingkatan mulai dari sisi input sampai ke sisi output. Keuntungan
pemakian NAND saja atau NOR saja dalam sebuah rangkaian digital adalah dapat
mengoptimalkan pemakaian seluruh gerbang yang terdapat dalam sebuah IC logika sehingga kita
bisa lebih mengirit biaya dan juga irit tempat karena tidak terlalau banyak IC tersebut yang
digunakan.
Adapun cara melakukan konversinya dapat kitalakukan dengan dua cara yaitu:
1.      Melalui penyelesaikan persamaan logika/Boolean
2.      Langsung menggunakan gambar padaan

POKOK BAHASAN IV
RANGKAIAN ARITMATIKA DIGITAL
Adder
Rangkaian Adder (penjumlah) adalah rangkaian elektronika digital yang digunakan untuk menjumlahkan dua buah angka (dalam system bilangan biner). Sementara itu di dalam computer rangkaian adder terdapatpada mikroposessor dalan blok ALU (Arithmetic Logic Unit). System bilangan yag digunakan dalam rangkaia adder adalah :
  • System bilangan Biner (memiliki base/radix 2)
  • System bilangan Octal (memiliki base/radix 8)
  • System bilangan Decimal (memiliki base/radix 10)
  • System bilangan Hexadecimal (memiliki base/radix 16)
Namun, diantara ketiga system tersebut yang paling mendasar adalah system bilangan biner, sementara itu untuk menerapkan nilai negatif, maka digunakanlah system bilangan complement. BCD (binary-coded decimal)
  1. Half Adder
Half adder adalah suatu rangkaian penjumlah system bilangan biner yang paling sederhana. Rangkaian ini hanya dapa digunakan untuk operasi penjumlahan data bilangan biner sampai 1 bit saja. Rangkaian half adder mempunyai 2 masukkan dan 2 keluaran yaitu Summary out (sum) dan Carry out (Carry).
Rangkaian ini merupakan gabungan rangkaian antara 2 gerbang logika dasar X-OR dan AND. Rankaian half adder merupakan rangkaian dasar bilangan biner yang masing-masing hany terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamakan penjumlah tak lengkap.
1.      Jika A=0 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0.
2.      Jika A=0 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.
3.      Jika A=1 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.
4.      Jika A=1 dan B=1 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0. Dengan nilai pindahan Cout (Carry Out) = 1. Dengan demikian half adder memiliki du masukkan (A dan B), dan dua keluaran (S dan Cout).
  1. Full Adder
        Rangkaian Full-Adder, pada prinsipnya bekerja seperti Half Adder, tetapi mampu menampung         bilangan carry dari hasil penjumlahan sebelumnya. Jadi jumlahinputanya ada 3; A, B dan Cin,             sementara bagian output ada 2: Sum dan Cout.

Rangkaian Full Adder dapat dibuat dengan menggabungkan 2 buah Half adder. Rangkaian ini dapat digunakan untuk penjumlahan sampai 1 bit. Jika ingin menjumlahkan lebih dari 1 bit, dapat menggunakan rangkaian Paralel Adder yaitu gabungan dari beberapa Full Adder.
Subtractor
Merupakan suaru rangkaian pengurangan 2 buah bilangan biner. Jenis – jenis rangkaian Subtractor yaitu :
  1. Half Subtractor
Rangkaian half subtractor dalah rangkaian Subtractor yang paling sederhana. Pada dasarnya rangkaian half subtractor adalah rangkaian half Adder yang dimodifikasi dengan menambahkan gerbang not. Rangkaian half subtractor dapat dibuat dari sebuah gerbang AND, gerbang X-OR, dan gerbang NOT.
Rangkaian ini mempunyai dua input dan dua output yaitu Sum dan Borrow Out (Bo). Rumus dasar pengurangan pada biner yaitu :
1.                                                                        0 – 0 = 0 Borrow 0
2.                                                                        0 – 1 = 1 Borrow 1
3.                                                                        1 – 0 = 1 Borrow 0
4.                                                                        1 – 1 = 0 Borrow 0


  1. Full Subtractor
Pada rangkaian full subtractor pin Borrow Out dihubungkan dengan pin Borrow In (Bin) sebelumnya dan pin Bin di hubungkan dengan pin Bout pada rangkaian berikutnya begitu seterusnya. Sehingga pada rangkaian Full Subtractor mempunyai 3 input dan 2 output.
     Rangkaian ini dapat digunakan untuk penumlahan sampai 1 bit. Jika ingin menjumlahkan lebih dari 1 bit, dapat menggunakan rangkaian Pararel Subtractor yaitu gabungan dari beberapa Full Subtractor.

POKOK BAHASAN V
ENKODER DAN DEKODER
  • Encoder adalah rangkaian yang memiliki fungsi sebagai rangkaian untuk mengkodekan data input menjadi data bilangan dengan format tertentu.
  1. Rangkaian gerbang logika encoder 4 – 2 berikut ni ;
  2. Sambungkan terminal input dengan Interactive Input dan terminal output dengan LED
  3. Jalankan program.
  4. Amati dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.
Tabel Kebenaran :

Input
Output
0
1
2
3
Y1
Y2
1
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
1
0
0
1
0
1
0
0
0
0
1
1
1
       

  • Decoder adalah alat yang digunakan untuk dapat mengembalikan proses encoding sehingga kita dapat melihat atau menerima informasi aslinya.


POKOK BAHASAN VI
MULTIPLEKSER DAN DEMULTIPLEKSER

1. Multiplekser
     
        Multiplexer adalah rangkaian logika yang menerima beberapa input data digital dan menyeleksi  salah satu dari input tersebut pada saat tertentu untuk dikeluarkan pada sisi output. Seleksi data-data input dilakukan oleh selector line yang juga merupakan input dari multiplexer tersebut.
       Prinsip kerja dari multiplexer adalah menerima banyak inputan dan hanya dapat dipilih satu saluran inputan dari beberapa saluran inputan untuk diteruskan ke sebuah saluran outputan. 

2. Demultiplekser

         Demultiplexer adalah rangkaian logika yang menerima satu input data dan mendistribusikan input tersebut ke beberapa output yang tersedia. Seleksi data-data input dilakukan oleh selector line yang juga merupakan input dari demultiplexer tersebut.



umsida.ac.id
fst.umsida.ac.id

Kamis, 05 Desember 2019


Assalamualaikum Wr. Wb.

Haiii....

      Nama saya Alfan Indra Kusuma, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Saya disini akan menjelaskan tentang program - program komputer yang mana yang sering digunakan pada Bahasa Pemrograman C. Bahasa Pemrograman C ini dapat digunakan pada aplikasi yang mana salah satunya adalah Visual C++ atau Dev C++.

RANGKUMAN PRAKTIKUM ALGORITMA & PROGRAM


POKOK BAHASAN 1
Input/Output dan Jenis Data

Setiap program C++ mempunyai bentuk umum seperti di bawah, yaitu :
          # preprocessor directive
                      Void main()
                      {
                      // Batang Tubuh Program Utama
                      }
Penjelasan :
1.              Include
Adalah salah satu pengarah preprocessor directive yang tersedia pada C++. Preprocessor selalu dijalankan terlebih dahulu pada saat proses komilasi terjadi. Bntuk umumnya :
                      # include <nama_file>
Tidak diakhiri engan tanda semicolon karena bentuk tersebut bukanlah suatu bentuk pernyataan, tetapi merupakan preprocessor directive. Baris tersebut menginstruksikan kepada compiler yang menyisipkan file lain dalam hal ini file yang berakhiran .h (file.header) yaitu file yang berisi sebagai deklarasi contohnya:
# include <iostream.h>       : diperlukan pada program yang melibatkan objek cout
# include <conio.h>             : diperlukan bila melibatkan clrscr(), yaitu perintah untuk membersihkan layar.
# include <iomanip.h>        : diperlukan bila melibatkan setw() yang bermanfaat untuk mengatur lebar dari suatu tampilan data.

2.              Fungsi main ()
Fungsi ini menjadi awal dan akhir eksekusi program C++. Main adalah nama judul fungsi. Melihat bentuk seperti itu dapat kita ambil kesimpulan bahwa batang tubuh program utama berada didalam fungsi main(). Berarti dalam setiap pembuatan program utama kita menuliskan program utama kita didalam sebuah fungsi main().

3.              Komentar
Komentar tidak pernah decompile oleh compiler. Dalam C++ terdapat 2 jenis komentar, yaitu ;
Jenis 1 : /* Komentar anda diletakkan di dalam ini Bisa mengapit lebih dari satu baris */
Jenis 2 : // Komentar anda diletakkan disini (hanya bisa perbaris)

4.              Tanda Semicolon
Tanda semicolon “ ; ” digunakan untuk mengakhiri sebuah pernyataan. Setiap pernyataan harus diakhiri dengan sebuah tanda semicolon.

5.              Mengenal cout (dibaca : Cout)
Pernyataan cout merupakan sebuah objek di dalam C++, yang digunakan untuk mengarahkan data ke dalam standar output (cetak pada layar)
Contoh :
Tanda “ << ” merupakan sebuah operator yang disebut operator “penyisipan/peletakan”

Contoh Program :

#include <stdio.h>

void main()
{
            puts("Hello world!");
}
                         output :

POKOK BAHASAN 2
STRUKTUR PEMROGRAMAN PERCABANGAN

Percabangan adalah cara yang digunakan dalam program untuk mengambil keputusan ke satu kemungkinan True atau False dari beberapa kondisi.

Didalam pemrograman kita harus dapat menentukan aksi apa yang harus dikerjakan oleh pemroses (processor) ketika sebuah kondisi terpenuhi, dengan menggunakan operasi logik.

Macam-macam Percabangan :

1. If-else

Pernyataan Percabangan If-Else digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara banyak pernyataan yang ada.
Statement if digunakan untuk melakukan proses percabangan di dalam program.

2. Switch-case

Bentuk dari switch – case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan
keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian.

contoh program :

#include<iostream.h>
main()
{
            int N;
            cout<<"Masukkan nilai(0 s/d 100) = ";
            cin>>N;
            if(N>=60)
                        cout<<"Lulus"<<endl;
                        else if(N<60)
                        cout<<"Tidak Lulus"<<endl;
}

                      output :



POKOK BAHASAN 3
STRUKTUR PEMROGRAMAN : LOMPATAN & KALANG

          Sebuah / kelompok instruksi diulang untuk jumlah pengulangan tertentu. Baik yang terdifinisikan pengulangan sebelumnya ataupun tidak.

Struktur pengulangan terdiri atas dua bagian :

1.              Kondisi pengulangan yaitu ekspresi Boolean yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pengulangan.
2.              Isi atau badan pengulangan yaitu satu atau lebih pernyataan (aksi) yang akan diulang.
Perintah atau notasi dalam struktur pengulangan adalah :
1.              Pernyataan while
2.              Pernyataan do… while
3.              Pernyataan for
4.              Pernyataan continue dan break
5.              Pernyataan goto

1.              PERNYATAAN  while
Pernyataan while merupakan salah satu pernyataan yang berguna untuk memproses suatu pernyataan atau beberapa pernyataan beberapa kali. Pernyataan while memungkinkan statemen-statemen yang ada didalamnya tidak diakukan sama sekali.
Bentuk Umumnya :
          While(kondisi)
{
          Pernyataan ;
}


2.              PERNYATAAN do…while
Pernyataan do…while mirip seperti pernyataan while, hnya saja pada do… while prnyataan yang terdapat didalamnya minimal akan sekali dieksekusi.

          Bentuk umumnya :
                      do
                      {
                                  Pernyataan
                      } while(kondisi);
3.              PERNYATAAN for
Pernyataan for digunakan untuk menghasilkan pengulangan (looping) beberapa kali tanpa penggunaan kondisi apapun. Pada umumnya looping yag dilakukan oleh for telah diketahui batas awal, syarat looping dan perubahannya.
Pernyataan for digunakan untuk melakukan looping. Pada umumnya looping yang dilakukan oleh for telah diketahui batas awal, syarat looping dan perubahannya. Selama kondisi terpenuhi, maka pernyataan akan terus dieksekusi.

Bentuk Umumnya :
          for(inisialisasi ; kondisi ; perubahan)
          {
                      Statement;
}

4.              PERNYATAAN continue dan break
Pernyataan break akan selalu terlihat digunakan bla menggunakan pernyataan switch. Pernyataan ini juga digunkan dalam loop. Bila pernyataan ini dieksekusi, maka akan mengakhiri loop dan akan menghentikan itrasi pada saat tersebut.

5.              PERNYATAAN goto
Penytaan goto, diperlukan untuk melakukan suatu lompatan ke suatu pernyataan berlabel yang ditandai dengan tanda” : “.

Bentuk umumnya:

          Go to bawah;
                      Pernyataan1;
                      Pernyataan2;
          bawah : pernyataan3;

contoh program :

#include <iostream.h>
#include <conio.h>

main()
{
            char nama[80];
            int tombol;
            while ((tombol == 'Y')||(tombol == 'y'));
            {
                        cout<<"Masukkan nama anda = ";
                        cin>>nama;

                        cout<<"Hai "<<nama<<endl<<endl;
                        cout<<"Apakah mau mengulangi (Y/T) ? ";
           
                        tombol = getch(); cin>>tombol;
                        cout<<endl<<endl;
            }
            cout<<"Selesai"<<endl;
}

output :



POKOK BAHASAN 4
STRUKTUR PEMROGRAMAN : KALANG

#include<iostream>
using namespace std;
main()
{
            int i=0;
            cout<<i;
            do{
                        i++;
                        cout<<"-";
                         if (i==4)
                         continue;
                        cout<<i;
            }
            while(i<12);
            cout<<"\nSelesai\n";
}
                                
                            output :


Apa fungsi simbol // ?
Simbol // berfungsi sebagai komentar dalam program/ keterangan

Apa fungsi dari keyword break ?
Break berfungsi mengeluarkan eksekusi compiler dari struktur program setelah suatu kondisi tertentu dipenuhi

Apa fungsi dari continue ?
Continue berfungsi melanjutkan eksekusi compiler ke blok selanjutnya setelah suatu kondisi tertentu dipenuhi.

Apa guna dari fungsi setprecision() ?
Setprecision() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur jumlah digit decimal yang ingin ditampilkan.

Apa beda ios::fixed dan ios::scientific ?
ios::fixed dan ios::scientific mempunyai fungsi yang sama yaitu format bilangan riil akan tetap dapat diubah dengan memanggil fungsi set atau unset diikuti argument ios::scientific atau ios::fixed

Apa fungsi dari fabs() ?
fabs() berfungsi untuk menghitung nilai mutlak dari x; x bilangan real



POKOK BAHASAN 5
VARIABEL LARIK : MATRIKS & STRINGS

#include<stdio.h>
#include<iostream>
#include<string.h>
using namespace std;
main()
{
      char nama[80], nama2[80], tulisan[80];
      int panjang, posisi;
      cout<<"Input nama = ";
      gets(nama);
      strcpy(tulisan,"Hallo   ");
      cout<<strcat(tulisan,nama)<<endl;
      if(strcmp(nama,"Reza")==0){
                  cout<<"Namamu Reza kan"<<endl;
      }
      else{
                  cout<<"Namamu bukan Reza"<<endl;
      }
      panjang=strlen(nama);
      cout<<"panjang namamu        "<<panjang<<endl;
      posisi=strcspn(nama,"z");
      if(posisi<panjang){
                  cout<<"Huruf z pada posisi "<<posisi<<endl;
      }
      else{
                  cout<<"Tidak ada huruf z nya"<<endl;
      }
      strcpy(nama2,nama);
      cout<<strupr(nama2)<<endl;
      cout<<strlwr(nama2)<<endl;
      cout<<strrev(nama2)<<endl;
      cout<<strset(nama2,'x')<<endl;

}

                              output :



Jalankan program diatas dan jelaskan kegunaan dari fungsi berikut ini: strlen(), strcpy(), strcat(), strcmp(), srtlen(), strcspn(), strupn(), strlwr(), strrev(), dan strset().
1.      Strlen() : bentuk format strlen (const char*s), fungsinya untuk menghitung panjang string s
2.      Strcpy() : bentuk format strcpy(char*dest, const char*src), fungsinya untuk mencopy string src ke dest.
3.  Strcat() : bentuk format strcat (char*dest, const char*src), fungsinya untuk menambahkan copyan src ke bagian akhir dest.
4.   Strcmp() : bentuk format strcmp (const char*s1, const char*s2), fungsinya untuk melakukan perbandingan s1 dengan s2.
5.    Strcspn() : bentuk format strcspn (const char*s1, const char*s2), fungsinya untuk menemukan bagian awal string s1 yang mengandung s2.
6.      Strupr() : bentuk format strupr (const char*s), fungsinya untuk mengubah string menjadi huruf CAPITAL (uppercase).
7.     Strlwr() : bentuk format strlwr (const char*s), fungsinya unruk mengubah string menjadi huruf biasa/kecil (lowercase).
8.   Strset() : bentuk format strset (const char*s, int ch), fungsinya untuk menset semua karakter dalam s ke ch
     9.   Strrev() : bentuk format strrev (const char*s), fungsinya untuk membalik semua karakter                     string, huruf terakhir menjadi huruf awal.


POKOK BAHASAN 6
SORTING (PENGURUTAN)

Pengertian Algoritma Sorting adalah kumpulan langkah sistematis atau secara berutan untuk memperoleh hasil yang diinginkan.

Salah satu contoh dari algoritma untuk langkah ini adalah Sorting (pengurutan). Sorting dapat didefinisikan sebagai pengurutan sejumlah data berdasarkan nilai tertentu.
Pengurutan dapat dilakukan dari nilai terkecil ke nilai terbesar (ascending) atau sebaliknya.

contoh program :

#include<iostream>
#include<math.h>
using namespace std;
            int N;
            float jumlah, rerata, peny, stdrdev, data[100];
int Masukkan_Data(){
            cout<<"Banyaknya nilai = ";
            cin>>N;
            for( int i=0; i<N; i++){
                        cout<<"Nilai ke- "<<(i+1)<<"=";
                        cin>>data[i];
            }
}
int Menghitung_Rerata(){
            jumlah=0;
            for( int i=0; i<N; i++){
                        jumlah=jumlah+data[i];
            }

            rerata=jumlah/N;
}
int Menghitung_Standar_Deviasi(){
            peny=0;
            for( int i=0; i<N; i++){
                        peny += (data[i]-rerata)*(data[i]-rerata);
            }
            stdrdev=sqrt(peny/(N-1));
}
int Tampilkan_Hasil(){
            cout<<"Jumlah = "<<jumlah<<endl;
            cout<<"Rerata = "<<rerata<<endl;
            cout<<"Standar Deviasi = "<<stdrdev<<endl;
}
main(){
            Masukkan_Data();
            Menghitung_Rerata();
            Menghitung_Standar_Deviasi();
            Tampilkan_Hasil();
}

                    output :


          Di atas adalah penjelasan atau rangkuman dari tiap - tiap pokok bahasan untuk Tugas Praktikum Algoritma dan Pemrograman, sekian dari saya terima kasih atas perhatiannya. See you later...:)

Wassalamualaikum Wr. Wb. 

  HAII.... GUYS, HOW ARE YOU ?     Gua disini akan memberikan rangkuman tentang " SISTEM OPERASI ". Pastinya temen - temen semua t...